PENGARUH PENAMBAHAN LEVEL GULA MERAH PADA AIR MINUM TERHADAP KONSUMSI PAKAN, KONSUMSI AIR DAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN ITIK PEDAGING FASE STARTER

WINATA, ADI (2021) PENGARUH PENAMBAHAN LEVEL GULA MERAH PADA AIR MINUM TERHADAP KONSUMSI PAKAN, KONSUMSI AIR DAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN ITIK PEDAGING FASE STARTER. Other thesis, Universitas Islam Lamongan.

[img] Text
091710050 ADI WINATA COVER.pdf

Download (45kB)
[img] Text
091710050 ADI WINATA ABSTRAK.pdf

Download (95kB)
[img] Text
091710050 ADI WINATA DAFTAR ISI.pdf

Download (108kB)
[img] Text
091710050 ADI WINATA BAB 1.pdf

Download (186kB)
[img] Text
091710050 ADI WINATA BAB 2.pdf

Download (118kB)
[img] Text
091710050 ADI WINATA BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (368kB)
[img] Text
091710050 ADI WINATA BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (223kB)
[img] Text
091710050 ADI WINATA BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (87kB)
[img] Text
091710050 ADI WINATA DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (1MB)

Abstract

Itik Peking merupakan salah satu temak unggas penghasil daging yang sangat potensial selain ayam. Gula merah merupakan sumber tambahan energi cepat tersedia bagi itik karna mudah diserap. Penambahan gula merah dalam air minum pada itik akan memperbaiki pertumbuhan dan daya hidup. Penambahan gula merah dalam air minum pada itik bertujuan untuk memperbaiki konsumsi pakan, konsumsi air dan pertambahan bobot badan. Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai dengan April 2021 di UPT Agri Science Technopark Universitas Islam Lamongan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh panambahan level gula merah pada air minum terhadap konsumsi pakan, konsumsi air dan pertambahan bobot badan itik pedaging fase starter. Materi yang digunakan yaitu day old duck (DOD) Peking pedaging sebanyak 80 ekor yang tidak dibedakan jenis kelaminnya (Unsex). Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan penambahan level gula merah pada air minum itik yang diberikan secara berturut-turut adalah P0 = (ransum basal + air minum dengan pemberian gula merah 0%), P1 = (ransum basal + air minum dengan pemberian gula merah 5%), P2 = (ransum basal + air minum dengan pemberian gula merah 10%) dan P3 = (ransum basal + air minum dengan pemberian gula merah 15%) pada itik berumur 0 hari sampai 14 hari. Hasil analisis ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa penambahan level gula merah pada air minum memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan, namun penambahan level gula merah pada air minum tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap konsumsi air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rataan konsumsi pakan pada P0 (33,632 gr/ekor/hari), P1 (37,666 gr/ekor/hari), P2 (32,201 gr/ekor/hari) dan P3 (28,938 gr/ekor/hari). Nilai rataan konsumsi air pada P0 (209,393 ml/ekor/hari), P1 (194,955 ml/ekor/hari), P2 (192,670 ml/ekor/hari) dan P3 (196,607 ml/ekor/hari). Nilai rataan pertambahan bobot badan pada P0 (19,905 gr/ekor/hari), P1 (19,658 gr/ekor/hari), P2 (17,256 gr/ekor/hari) dan P3 (16,708 gr/ekor/hari). Berdasarkan uji DUNCAN pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perlakuan yang memberikan nilai terbaik terhadap konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan adalah P1 yaitu dengan memberikan 5% gula merah dalam air minum itik.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: FAKULTAS PETERNAKAN > PRODI PETERNAKAN
Depositing User: Perpus admin UNISLA
Date Deposited: 04 Feb 2022 05:53
Last Modified: 04 Feb 2022 05:53
URI: http://eprints.unisla.ac.id/id/eprint/75

Actions (login required)

View Item View Item